Home ArtikelAllianz Life Changer
Allianz Life Changer , Allianz Life Changer , 31 Jul 2018

Minat berbisnis milenial bisa dikatakan cukup tinggi. Nielsen mencatat, sekitar 36 persen generasi milenial menekuni pekerjaan mereka saat ini untuk mengembangkan bisnis di kemudian hari.

Momen lepas dari bangku kuliah merupakan momen ketika para generasi milenial mulai merencanakan kehidupan profesional mereka ke depan. Ada yang memutuskan untuk bekerja di korporasi, ada pula yang menjadi pekerja lepas. Namun tak sedikit yang membangun bisnis skala kecil-menengah. Dengan kata lain, golongan terakhir ini memilih menjadi pengusaha karena mereka memiliki waktu yang fleksibel, bebas menciptakan target, serta mengedepankan kolaborasi dengan sesama pengusaha sehingga menghasilkan bisnis sharing economy. Fakta ini seolah menjadi pembuktian bahwa penelitian Nielsen tentang minat generasi milenial terhadap dunia bisnis benar adanya.

Dalam berbisnis dan berkarier di era digital seperti saat ini, generasi milenial tak segan-segan memanfaatkan teknologi untuk urusan pekerjaan mereka. Bahkan, tingginya minat generasi milenial terhadap dunia digital dibuktikan lewat penelitian Nielsen yang mengatakan bahwa 44 persen generasi milenial menghabiskan waktu lebih dari 6 jam menggunakan media sosial.

Bagi generasi milenial, teknologi bukan hanya sebagai sarana komunikasi melainkan juga untuk alat pemasaran dan produksi untuk mengembangkan karier dan bisnis mereka. Berikut bentuk bisnis yang banyak diminati milenial di era digital.

Bisnis kreatif

Beberapa tahun belakangan, bisnis kreatif digandrungi gen milenial. Mulai dari menjadi blogger, vlogger, selebgram, konsultan video, home living, hingga kuliner sehat. Menjalani bisnis ini tak ubahnya seperti pekerja-pekerja lepas, semakin banyak menerima pesanan, hasil yang diterima pun akan berkali-kali lipat dari mereka yang bekerja. Begitu juga sebaliknya.

Berbagi dan kolaborasi

Jangan anggap remeh golongan milenial. Pasalnya mereka adalah generasi yang bangga dengan potensi negaranya, sehingga mereka tak segan untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan sesama pengusaha. Alhasil mereka tak segan berbagi dan bekerja sama. Dengan begitu, para milenial tidak hanya membawa perubahan terhadap kehidupan mereka pribadi, tetapi juga orang-orang di sekitar.

Berbasis teknologi

Hampir semua bisnis menggunakan teknologi sebagai sarana pemasaran maupun produksi sehingga bisnis berbasis teknologi makin diminati gen milenial, seperti pembuat situs, desainer grafis, website development, dan  jasa hosting.

Dari ketiga aspek tersebut, salah satu cara yang juga dapat ditempuh untuk menjadi pengusaha, membangun bisnis sendiri, dan bisa bekerja secara fleksibel dengan mengandalkan teknologi adalah dengan menjadi agen asuransi. Layaknya pengusaha yang bisa memberikan dampak ke masyarakat luas dengan kegiatannya, agen asuransi juga berkontribusi dalam menjaga dan mewujudkan mimpi orang-orang di sekitar, serta membuat perubahan (Life Changer).

Dengan menjadi Life Changer, milenial tidak hanya berkesempatan membangun bisnis, tetapi juga mendapat bekal pengembangan diri. Pasalnya, Life Changer selalu mendapatkan pelatihan berskala internasional secara berkala.Momen lepas dari bangku kuliah merupakan momen ketika para generasi milenial mulai merencanakan kehidupan profesional mereka ke depan. Ada yang memutuskan untuk bekerja di korporasi, ada pula yang menjadi pekerja lepas. Namun tak sedikit yang membangun bisnis skala kecil-menengah. Dengan kata lain, golongan terakhir ini memilih menjadi pengusaha karena mereka memiliki waktu yang fleksibel, bebas menciptakan target, serta mengedepankan kolaborasi dengan sesama pengusaha sehingga menghasilkan bisnis sharing economy. Fakta ini seolah menjadi pembuktian bahwa penelitian Nielsen tentang minat generasi milenial terhadap dunia bisnis benar adanya.

Dalam berbisnis dan berkarier di era digital seperti saat ini, generasi milenial tak segan-segan memanfaatkan teknologi untuk urusan pekerjaan mereka. Bahkan, tingginya minat generasi milenial terhadap dunia digital dibuktikan lewat penelitian Nielsen yang mengatakan bahwa 44 persen generasi milenial menghabiskan waktu lebih dari 6 jam menggunakan media sosial.

Bagi generasi milenial, teknologi bukan hanya sebagai sarana komunikasi melainkan juga untuk alat pemasaran dan produksi untuk mengembangkan karier dan bisnis mereka. Berikut bentuk bisnis yang banyak diminati milenial di era digital.

Bisnis kreatif

Beberapa tahun belakangan, bisnis kreatif digandrungi gen milenial. Mulai dari menjadi blogger, vlogger, selebgram, konsultan video, home living, hingga kuliner sehat. Menjalani bisnis ini tak ubahnya seperti pekerja-pekerja lepas, semakin banyak menerima pesanan, hasil yang diterima pun akan berkali-kali lipat dari mereka yang bekerja. Begitu juga sebaliknya.

Berbagi dan kolaborasi

Jangan anggap remeh golongan milenial. Pasalnya mereka adalah generasi yang bangga dengan potensi negaranya, sehingga mereka tak segan untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan sesama pengusaha. Alhasil mereka tak segan berbagi dan bekerja sama. Dengan begitu, para milenial tidak hanya membawa perubahan terhadap kehidupan mereka pribadi, tetapi juga orang-orang di sekitar.

Berbasis teknologi

Hampir semua bisnis menggunakan teknologi sebagai sarana pemasaran maupun produksi sehingga bisnis berbasis teknologi makin diminati gen milenial, seperti pembuat situs, desainer grafis, website development, dan  jasa hosting.

Dari ketiga aspek tersebut, salah satu cara yang juga dapat ditempuh untuk menjadi pengusaha, membangun bisnis sendiri, dan bisa bekerja secara fleksibel dengan mengandalkan teknologi adalah dengan menjadi agen asuransi. Layaknya pengusaha yang bisa memberikan dampak ke masyarakat luas dengan kegiatannya, agen asuransi juga berkontribusi dalam menjaga dan mewujudkan mimpi orang-orang di sekitar, serta membuat perubahan (Life Changer).

Dengan menjadi Life Changer, milenial tidak hanya berkesempatan membangun bisnis, tetapi juga mendapat bekal pengembangan diri. Pasalnya, Life Changer selalu mendapatkan pelatihan berskala internasional secara berkala.

Life Changer juga menawarkan jam kerja fleksibel dengan pendapatan besar. Dengan demikian, milenial bisa menjalankan bisnis tanpa harus meninggalkan hobi bepergian yang saat ini menjadi bagian dari gaya hidup milenial. Bahkan, kesempatan untuk bisa melancong sangat terbuka lebar lewat program Life Changer. Seorang Life Changer bisa menikmati melancong ke tempat-tempat baru sebagai ganjaran dari ketekunan mereka sebagai Life Changer.

Bagi Anda yang ingin merintis bisnis dengan waktu kerja yang fleksibel, Anda bisa mendaftarkan diri menjadi Allianz Life Changer. Cari tahu informasi lebih lengkap tentang Life Changer melalui tautan berikut.

“Yakin sudah capai mimpimu?” Fita Yuliani, Allianz Life Changer

Perhatian

Apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke halaman ini?